Kaum miskin haus minyak tanah

soto madura“Mas.. kalo mau beli minyak tanah nanti dimana ya? sekarang susah carinya. Denger2 katanya malah mau dihapuskan. Diekspor katanya, biar lebih untung”, celetuk sang bapak penjual soto depan kantor dengan logat maduranya yg masih kental. Iya pagi ini sedang menikmati soto madura, buat sarapan pagi. Istri sedang sakit, jadi tidak memasak sarapan untuk suaminya tercintašŸ˜‰

Di satu sisi, ketika pas browsing di kantor dan search di google dengan key “penjualan mobil 2008”, nampaknya dua hal yang saling bertolakbelakang. Antara yang dialami kaum miskin dengan minyak tanahnya yang makin langka, dengan kaum “berpunya” yang berlomba segera beli mobil terbaru, bahkan mobil mewah.

5 Responses to “Kaum miskin haus minyak tanah”

  1. alaudin Says:

    Emang dunia semakin maju semakin gila, setelah saya baca artikel tentang “jepang sudah tidak mau jadi pemempin” indonesia sangat berbalik dengan jepang, maka dari itu mohon kepada yang punya uang pikirkan lagi mengenai beli mobilnya, kita udah susah untuk makan tapi kalian malah sibuk untuk beli mobil baru.

  2. rumahyahud Says:

    Ya setuju, Negeri ini jadi negeri yang sangat kontras.
    Di satu sisi orang antree untuk beli BBM

    Di lain pihak Orang antree untuk memesan (indent) mobil mewah, motor gede dan rumah mewah

  3. Yudha bs Says:

    Ya dinasehati saja untuk berpindah ke sumber energi lain seperti batu bara dan lpg. Katanya orang-orang sih lebih murah dibanding minyak tanah.

  4. Aristiono Nugroho Says:

    Terimakasih informasinya.
    Fenomena Indonesia, adalah realitas suatu bangsa yang sedang perlahan-lahan meninggalkan nilai-nilai Islam.
    Indikatornya nampak dari meningkatnya fitnah terhadap nilai-nilai Islam. Bukankah ada tokoh yang ber-KTP (Kartu Tanda Penduduk) Islam tetapi “hobinya” menghina Islam dan para pejuang Islam (di Iraq, Afghanistan, dan Palestina).
    Akibatnya nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Nasionalisme, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial luntur.
    Oleh karena itu solusinya, antara lain kembali pada nilai-nilai Islam, seperti lawan kapitalisme dan bangun ekonomi kerakyatan, serta kurangi peran asing di Indonesia dan mandirikan ekonomi Indonesia.
    Untuk share silahkan klik “Sosiologi Dakwah” di http://sosiologidakwah.blogspot.com

  5. lukisan Says:

    mau nggak mau, kita harus memikirkan sumber bahan bakar yang bisa diperharui. tapi memang tidak mudah. negara2 lain sudah mulai mencari energi alternatif, indonesia harus bisa mengikuti perkembangan jaman, karena cepat atau lambat sumber minyak akan terkuras dan lama2 akan habis.

    yang sengsara ya rakyat kecil lagi, perpindahan dari minyak tanah ke gas harus benar2 efektif. jangan sampai malah menyengsarakan rakyat kecil


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: