Pernikahan menjadi lebih dewasa kah..?

copy-of-p1010116-crop.jpgAlhamdulillah, pada hari sabtu tanggal 07 april 07 kemaren, saya telah melepaskan status single saya, memasuki jenjang pernikahan lebih tepatnya.

Alhamdulillah, Allah SWT menganugerahkan kepada saya seorang bidadari dunia. Seorang pendamping hidup yang sangat istimewa. Seorang wanita yang sangat istimewa. Istimewa kesholihahannya. Istimewa kecantikannya. Istimewa kebaikannya. Istimewa pengertiannya. Yang pasti, benar-benaarrr istimewa!!! Saaangaaat luuuaar biiiaaasaaaa..!!!ūüôā

Anny Mahmudah namanya. Seorang gadis belia dari daerah Kras, di sebelah selatan kota kediri Jatim. Gadis belia yang membuat saya bisa merasakan, bahwa cinta itu indah. Sangaat indah..ūüôā

Selanjutnya, sedikit membahas ttg pernikahan. Pernikahan kalo menurut agama itu merupakan proses menggenapkan separuh Dien. Pernikahan juga merupakan jenjang menuju tahapan hidup yang lebih lanjut. Setahap lebih lanjut dalam urusan status. Setahap lebih jauh dalam hal proses hidup manusia. Dan setahap lebih tinggi dalam jenjang kedewasaan diri seorang manusia.

Menurut sebuah sumber, istilah dewasa menggambarkan segala organisme yang telah matang, tapi lazimnya merujuk pada manusia: orang yang bukan lagi anak-anak dan telah menjadi pria atau wanita dewasa. Kedewasaan dapat didefinisikan dari aspek biologi, hukum, karakter pribadi, atau status sosial.

Menurut sumber lain, dewasa itu Maturity (psychological), a term used in psychology to indicate that a person responds to the circumstances or environment in an appropriate manner; often this implies a response that is reasoned or learned rather than impulsive.”

Mengenai dewasa ini, saya ingin membahas tentang dewasa secara psikilogis. Pernah dulu semasa masih menyandang status mahasiswa, ikut sebuah pelatihan yang kebetulan diisi oleh seorang psikiater terkenal di Surabaya. Beliau membahas tentang dewasa. Ada beberapa hal yang menunjukkan sebuah kedewasaan. Salah satunya adalah kedewasaan cara berfkir. Menurut beliau, berpikir secara dewasa harus memenuhi empat kriteria RORP. Apa itu RORP?

RORP = Rasional Obyektif Realistis Proporsional.

Rasional bisa diartikan sebagai bisa diterima oleh rasio, atau akal. Masuk akal. Logis. Tidak mustahil.

Obyektif artinya sesuai dengan aselinya, penilaian sesuai dengan kenyataan, sesuai dengan obyeknya dan tidak subyektif.

Realistis maksudnya dapat diwujudkan, layak untuk diimplementasikan, nyata, tidak idealistis.

Dan proporsional artinya setiap hal sesuai dengan kapasitasnya, sesuai dengan levelnya, cocok dengan tempatnya. Tidak berlebihan, dan tidak berat sebelah.

…. ntar lanjut lagi…

5 Responses to “Pernikahan menjadi lebih dewasa kah..?”

  1. Nur Aini Rakhmawati Says:

    kamal
    salam buat Anni ya
    Maaf Anni, iin tidak bisa datang
    hanya bisa mendoakan dari jauh
    iin tidak menyangka YM anti yang terakhir ituūüôā

  2. manisz Says:

    aku juga tgl 22 april 2007 walimahan mas hehehee…. congrats ya btw.

  3. heru Says:

    barakallah…akhirnya nyusul jugaūüėÄ. tapi kok ra kabar2 sih. klo ke kras jangan lupa mampir ke tulungagung khan dekat.

  4. toni Says:

    selamat untuk mas kamal,…
    maaf, dulu nggak bisa datang,…

    alamat rumah ente lengkapnya sms po’o
    jangan malu main2 ke rumah lagi ya,….

  5. supriyono Says:

    mas tolong dong bantu aku ngatasi permasalah2 yang ada dalam rumah tangga, Cara terbaiknya gimana sih trim sebelumnya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: