Antara ada ‘mudik’ dan THR..?!?

Setiap tahun, setiap menginjak akhir bulan puasa seperti sekarang ini, istilah ‘mudik’ marak sekali disebut-sebut. “Whooe.. loe mudik kemana Rud..?”. “Wah.. belum dapet tiket mudik nich..”. “Liputan Mudik 2007 bersama Telkomsel Siaga..”. Atau sejuta satu penggunaan istilah ‘mudik’.

Apa itu ‘mudik’ ?? mudik01.jpg

Mudik, entah dari bahasa apa asalnya, itu secara sederhana bisa diartikan sebagai kebiasaan/adat untuk pulang kembali ke kampung halaman (tanah kelahiran).

Kapan ‘mudik’ biasa dilakukan??

Mudik ini seringkali dilakukan oleh masyarakat kita, terutama menjelang lebaran, tepatnya lebaran hari raya idul fitri. Lhaa kenapa kok pas lebaran?? Hal ini mungkin disebabkan karena mayoritas penduduk negeri ini adalah muslim. Ditambah lagi, adanya kebiasaan dari pemerintah maupun instansi lain untuk meliburkan lembaganya pada saat lebaran dengan jangka waktu yang agak lama (minimal 4-5 hari). Makanya kondisi ini sangat cocok dan klop untuk acara mudik. Iya disamping juga karena ada kebiasaan dari ummat muslim untuk saling bermaafan pada saat lebaran, jadi mereka menyempatkan waktu khusus untuk bermaafan dan bertatapmuka dengan orang tua serta sanak keluarga.

THR (Tunjangan Hari Raya)

Bertepatan dengan lebaran dan momen mudik ini, khususnya di negeri kita, ada yang namanya ‘THR’. Singkatan dari Tunjangan hari Raya. THR ini diberikan sekitar dua pekan menjelang hari raya Idul Fitri. THR umumnya berupa pemberian uang (biasanya sebesar satu kali gaji pokok), dan atau ditambah dengan beberapa bingkisan keperluan Lebaran.

Hebatnya lagi kalo untuk di Indonesia, THR ini ada dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Indonesia. Dan sepengetahuan saya, peraturan mengenai pemberian THR ini hanya ada di negeri kita. Jika di negeri lain, pemberian bonus akhir tahun itu biasa, demikian juga di negeri kita. Namun, untuk THR ini, hanya ada di negeri kita, Indonesia.

Dan.. mungkin karena ada THR ini pula yang turut melestarikan adat istiadat ‘mudik’ di negeri kita ini. Karena tanpa ada suntikan dana berupa THR ini, maka sulit rasanya bagi kebanyakan masyarakat negeri ini untuk bisa bermudik-ria…😉

Dan, terakhir.. Selamat menerima THR.. Selamat bermudik-ria..!!🙂

4 Responses to “Antara ada ‘mudik’ dan THR..?!?”

  1. Guntar Says:

    THR dah semacam persyaratan utk menjalani ritual hari raya tampaknya ya. Klo ndak ada THR, spt ndak bener2 kerja, belum mantaps rasanya:mrgreen:

    Dan betul juga, Mal. THR ini pula yg tampaknya turut melestarikan adat istiadat mudik di Indonesia.

  2. nat Says:

    wah,.. definisi mudikku beda lagi tuh,..
    kalo kamal said “Mudik, entah dari bahasa apa asalnya, itu secara sederhana bisa diartikan sebagai kebiasaan/adat untuk pulang kembali ke kampung halaman (tanah kelahiran)”
    tkampung ortu di sumatra,.. tanah kelahiranku di jogja, tapi keluarga banyak di jakarta.. so where i belong to?😀

    mal, aku link ya blog-mu yang ini

    ^_^

  3. jelajahdunia Says:

    Maaf nih.. salam kenal aja
    Mas mbak udah pernah denger http://www.mediamuslim.info ??
    jika belum, yuk kunjungi http://www.mediamuslim.info sekarang juga….

    ooh ya… silahkan kalau berkenan menambahkan link tersebut pada situs ini ( http://www.mediamuslim.info dan lainnya ). Terima Kasih Banyak. semoga kami menjadi referensi yang menyenangkan bagi anda

  4. suroi Says:

    koq ga pernah nulis lagi neh pak ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: