kutu loncat..

Teringat pada artikel di situsnya e-psikologi tentang kutu loncat. Artikel ini membahas tentang ada sekelompok jenis manusia yang tingkah lakunya menyerupai sebuah species bernama kutu loncat😛. Julukan kutu loncat ini ditujukan bagi orang yang suka berpindah-pindah tempat kerja.

Sebenarnya bukan hal yang tabu bagi orang yang suka berpindah-pindah kerja, apalagi di Jakarta yang banyak sekali perusahaan menawarkan berbagai macam posisi dan welfare yang lebih menarik ataupun karena adanya fenomena ketidakcocokan dalam dunia kerja.

Iya memang bahwa ketika pada saat tertentu, seseorang itu memilih untuk tetap bekerja di tempat kerja sekarang, atau kah mencoba mencari tempat lain, ataukah mungkin mencoba jalan hidup lain (wirausaha, politisi atau alasan2 lain), itu adalah sebuah pilihan. Dan setiap pilihan pasti ada konsekuensinya, pasti ada plus minusnya.

Selanjutnya, kira-kira kenapa seseorang itu memutuskan untuk berpindah kerja di tempat kerja baru:

  1. Karir di tempat kerja lama tidak prospektif.
  2. Kesejahteraan di tempat kerja lama kurang diperhatikan (outside).
  3. Ada rasa belum puas dalam diri dengan kesejahteraan di tempat kerja lama (inside) dan kebetulan juga, dapat yang lebih “wahh” di tempat baru (dasar loyalitas rendah nich :P).
  4. Tidak cocok/tidak bisa beradaptasi/ada konflik dengan atasan/rekan kerja/lingkungan kerja.
  5. Cari tantangan/pengalaman/ilmu baru (tipe-tipe petualang).
  6. Dll…

Terus kenapa seseorang walaupun ditawarin dengan sederet peluang kerja di tempat lain, tapi dia masih betah di tempat kerja sekarang (kayaknya kebalikannya yang tadi):

  1. Karir ke depan sudah terlihat cerah.
  2. Kesejahteraan karyawan terjamin.
  3. Sudah cukup puas (atau bahkan sudah sangat terpuaskan) dengan tempat sekarang.
  4. Sudah merasa sangat cocok dan enjoy (berfikiran sampe pensiun mau di tempat sekarang saja ahh..;) ).
  5. Pecinta status-quo, males ambil resiko (resiko tidak cocok di tempat baru, resiko harus beradaptasi lagi, dll), “nerimo opo onone..”😛
  6. Dll…

Hmm.. Selanjutnya buat yang merasa jadi kutu loncat (berpindah-pindah kerja berulang kali, bukan cuman sekali dua kali). Maka coba dipertimbangkan apa yang telah di tulis oleh artikel di e-psikologi tentang kutu loncat tsb. Coba dipertimbangkan resiko minusnya, seperti:

  1. Buang-buang waktu untuk adaptasi baru lagi dan untuk memulai karir lagi, yang sama dan mungkin tidak jauh beda dengan di tempat kerja lama.
  2. Dicap sebagai kutu loncat dan loyalitas rendah (bisa menjelekkan nama almamater kampus juga ini..).
  3. Menuruti keinginan rasa yang selalu tidak puas, melihat ke atas, dan kurang mensyukuri dengan apa yang didapatkan sekarang.

Nilai positifnya jadi kutu loncat, misalnya:

  1. Karir cepat naik, karena setiap kali berpindah selalu langsung menduduki posisi yang lebih tinggi.
  2. Kesejahteraan juga membaik (setiap kali pindah mendapat “iming-iming” kesejahteraan lebih baik).
  3. Ilmu baru/pengalaman baru/kenalan baru/jaringan baru meluas/pencerahan paradigma berfikir baru.

Hhmmm… Ngomong-ngomong, kapan yaa saya jadi ****** (of the record :D)

2 Responses to “kutu loncat..”

  1. Guntar Says:

    Jadi kutu loncat buang2 waktu. Menarik nih🙂

    nah, apakah jadi karyawan terlalu lama juga membuang2 waktu🙄 (bermaksud utk menohok scr eksplisit):mrgreen:

  2. donny Says:

    Kutu loncat atau tidak dikembalikan ke hati masing2.

    Kalau kita masih sreg di perusahaan itu ya buang2 waktu dan duit jika kita survey kantor baru.

    Kalau kita tidak sreg di situ, ber-status quo adalah bunuh diri.

    hihihi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: