Titipan atau wadi’ah sebagai karakteristik dasar bank syariah

Wadi’ah dapat diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum, yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja si penitip menghendaki. Bisa juga disebut dengan istilah wadi’ah yad al amanah. Untuk titipan atau wadi’ah jenis ini, sang penyimpan tidak boleh menggunakan atau memanfaatkan barang titipan.

Jika dikaitkan dengan bank syariah, untuk wadi’ah ini ada yang namanya al-wadi’ah yad adh dhamanah. Artinya orang yang dititipin atau penyimpan (mustawda’, dalam hal ini adalah pihak bank) itu boleh mempergunakan harta titipan untuk dipergunakan atau dimanfaatkan. Namun ada syaratnya, yaitu sang mustawda’ itu harus mendapat izin dari si penitip (muwaddi’, dalam hal ini adalah pihak nasabah bank).

Contoh konkrit pada perbankan adalah pada aplikasi giro (current account) dan deposito berjangka (saving account). Sebagai konsekuensi dari Sebagai konsekuensi dari yadh adh dhamanah, semua keuntungan yang dihasilkan dari dana titipan tersebut menjadi milik bank, demikian juga bank sebagai penanggung seluruh kemungkinan kerugian.

Sebagai imbalan, pihak penitip mendapatkan jaminan kemanan hartanya. Namun bank sebagai penerima titipan, sekaligus sebagai pihak yang telah memanfaatkan dana tersebut, tidak dilarang untuk memberikan semacam insentif berupa bonus atas titipan, dengan syarat tidak disyaratkan sebelumnya, dan jumlahnya tidak ditetapkan dalam nominal atau persentase secara advance, tetapi betul-betul merupakan kebijaksanaan manajemen bank. Jadi begitu yaa saudara semua…

6 Responses to “Titipan atau wadi’ah sebagai karakteristik dasar bank syariah”

  1. zulfa Says:

    apakah pihak yang di titipi dalam konsep wadi’ah ini dapat meminta biaya penitipan sebagai biaya pemeliharaan atas barang yang dititipkan?

  2. fitri Says:

    apakah biaya penitipan boleh ditetapkan dimuka atau diawal penitipan???

  3. zul azmi sibuea Says:

    gimana kalo titip kuda yah, pas dikembaliin , sudah layak jual kalo dikasi makan??

  4. WEB:Kediridaha:MEMBANKITKAN KEMBALI BUDAYA LELUHUR Says:

    IBARAT 2 KURA KURA YANG SATU WARNA ASLINYA YANG SATU DI CAT PUTIH, saya tidak melihat adanya hal hal yang amat prinsipil antara bank konvensional dan syariah, pola pikir akal yang sehat tentu tidak bisa dikelabuhi bungkus yang terlihat indah padahal sesungguhnya sama saja yaitu hakekatnya tetaplah kura, BANK YANG COCOK DI INDONESIA ADALAH BANK YANG BERDASAR NILAI NILAI PANCASILA, di dunia manapun sampai saat ini belum ada yang menyamai Pancasila…jika EKONOMI Bangsa ini termasuk didalamnya Perbankan selama tidak kembali kepada EKONOMI PANCASILA, maka yang ada hanyalah PENJAJAHAN, PENJAJAH EKONOMI adalah mereka yang berusaha menancapkan Kepentingannya dalam bidang ekonomi……( BURUNG SENDIRI KELAPARAN BURUNG ORANG DI BERI MAKAN BERLIMPAH RUAH)

  5. zulk azmi sibuea Says:

    WADI’AH dan DHAMAMAH ?????
    artinya pemilik harta percaya mutlak kepada penyelenggara — masalahnya sudah terbuktikah penyelenggara layak dipercaya ????


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: