hati-hati jaman rawan penipuan..

Ada kejadian menarik menimpa saya jum’at sore pekan lalu. Saya jadi sasaran penipuan lewat ATM dengan berkedok bahwa saya mendapatkan hadiah undian dari salah satu operator GSM.
Sore itu sekitar jam enam sore, handphone berdering. Seketika itu juga saya mengambil hp saya dari kantong saya. Nampak terlihat “private number” di display-nya. “siapa yaa telpon pake hidden ID segala..” pikirku. “ahh.. paling juga temen pake nomer IM3 yang lagi di-set hidden ID”.
“Hallo..” sapaku. “Iya hallo Pak.. Saya Pak Gunawan dari Indosat M3 jakarta Pak..” penelepon disisi sana menjawab”. “oh iya ada apa pak..?” tanyaku agak heran. Karena sangat aneh bagiku, biasanya kalo ada informasi apa2, itu pasti berasal dari IM3 Surabaya, bukan IM3 Jakarta, karena nomerku ini memang nomer area surabaya. Kecurigaanku tak bisa kuhindari. Yaa ngapain juga lagi IM3 pake hidden ID segala kalo mau menghubungi customernya. Hmm… paling juga2 penipuan pikirku. Tapi gak apa2 lah, kita ikuti dulu “alur permainannya”..

“Begini Pak, kami mau menanyakan apakah bapak sudah registrasi ke 4444?”. “Iya sudah pak..” jawabku. “Boleh tahu atas nama siapa Pak?”. “Saya Mustafa Kamal”. “oh iya bapak Mustafa Kamal, kalo gitu selamat Pak.. Bapak memenangkan undian dari Indosat M3 karena sudah melakukan registrasi.. tadi sore bapak lihat trans-tv gak pak..? karena nama bapak terpampang disitu.. Bapak memenangkan hadiah ketiga dengan nilai uang tunai 5 juta rupiah dan pulsa senilai tigaratus ribu rupiah..”.
Wah.. makin menarik pikirku. Ini sich memang penipuan. 200 persen yakin deh ini penipuan! Jadi tertarik pengen tahu lebih jauh ttg modus operasinya.. Jadi penasaran sama gelagat buruknya..
“iya pak.. selanjutnya gimana?” tanyaku, seolah percaya dengan kabar tersebut. “Bapak punya rekening tabungan di Bank?. “mm.. iya ada Pak.. ini ada rekening di bank syariah mandiri”, sengaja saya ngasih rekening itu, biar agak susah diutak-atiknya. Susah bukan karena sistemnya yang canggih, tapi justru susah karena fasilitasnya yang tidak banyak.. jadi gak ada yang mau “di-oprek” ama mereka, pikirku..
“waduh.. gimana yaa… rekening lain ga ada ya Pak..?”. “hmm.. ada.. bank mandiri mau?”. “iya, boleh deh Pak..” sedikit nada gembira darinya. “nomer rekening berapa pak?”. Selanjutnya saya kasih nomer rekening lengkap beserta nama kepemilikan rekening. Setahu saya bahwa kalo kita cuman ngasih nomor rekening dan nama, maka itu tidak masalah, karena misalkan ada klarifikasi online, maka sebagai klarifikasi itu biasanya tanggal lahir dan nama ibu kandung. Asalkan kedua informasi itu tak saya berikan, insya Allah aman.
Akhirnya setelah tuntas deretan angka nomer rekeningku dicatatnya, “saya ulang, nomernya 1430000xxxx.. bener ya Pak..?”. “iya benar sekali Pak..”. “Oke, sekarang bapak silahkan ke ATM terdekat, nanti saya akan memandu bapak mengoperasikan ATM lewat telepon.” tambahnya. Karena sedari tadi mencoba mengikuti alur permainannya, mendengar ungkapan yang terakhir ini, secara tak sengaja, saya agak kelepasan tertawa terbahak, mungkin karena merasa sedemikian percayanya dia bahwa saya percaya pada permainannya.
“lha ada apa Pak, kok ketawa?” bertanya curiga dia. “Ah gak apa2 Pak.. Oke-oke..”. “iya segera bapak ke ATM yaa Pak.. Saya tunggu”.
Singkat cerita, hati-hati dengan penipuan dengan modus operasi semacam ini. Entah mereka punya alat atau teknologi apa, karena kayaknya mereka bisa mencuri semacam nomer PIN saya (sebut saja semacam keylogger di PC) ketika saya transaksi lewat ATM. Dan mereka bisa tahu ketika itu saya benar2 online di ATM ataukah saya hanya berpura-pura.

Kalo dari logika pemikiran saya (entah benar, entah salah, mungkin jika dibandingkan dengan metode hack di PC atau internet, lewat keylogger, sniffing, atau apa lah namanya, banyak cara yg bisa dipakai untuk hacking), kesimpulan saya begini. Awal mereka mencatat nomer rekening dan nama lengkap saya. Kemudian mereka memantau nomer rekening saya itu, sudah online di ATM atau belum. Nah, ketika sudah online, maka semacam ada mekanisme pencurian data atau semacam merekam apa yg saya ketik pada ATM (keylogger) sehingga mereka bisa mengetahui nomer PIN saya. yang tentu saja akan mereka manfaatkan untuk hal-hal yang tidak positif. Bisa jadi akan menguras habis isi rekening atau sejenisnya.
Ya.. ya.. Kalo ingat pesan bank napi di acara RCTI, “waspadalah.. waspadalah..!!”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: