dari cuman QS-9000, naik pangkat jadi ISO TS 16949

Tak terasa sudah setahun delapan bulan saya bekerja di sini, di AT Indonesia. Sebuah perusahaan joint venture antara AT Jepang dengan Astra Otoparts Indonesia (sebenarnya saham astra groups itu sudah banyak dipegang ama Singapore sih yaa..), perusahaan manufaktur bidang otomotif yang memproduksi spare parts kendaraan roda empat.

AT Indonesia ini (sebut saja ATI), ketika saya masuk di bulan oktober 2004 lalu, sudah memiliki sertifikat QS-9000. Sebuah sertifikasi untuk standarisasi jaminan kualitas yang awalnya dicetuskan oleh “Big Three” perusahaan otomotif dunia, yakni Daimler Chrysler, Ford dan General Motor. Standard QS-9000 adalah standard ISO 9001:1994 yang berselaras dengan Panduan Penjaminan Kualitas dari Chrysler, Ford Q101 dan General Motor.

Nah, sesuai dengan falsafah perusahaan-perusahaan Jepang, yakni falsafah “kaizen”, yakni falsafah proses perbaikan yang terus-menerus, atau sebut saja “continuous improvement”, maka bagaimana pun ATI harus juga terus meng-upgrade dirinya dengan level sertifikasi-sertifikasi lainnya yang lebih baik.

Alasannya kenapa? Yaitu sesuai dengan falsafah kaizen tadi, kemudian karena demi meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan, serta tak kalah juga adalah untuk mencapai kepuasan lebih dari para pelanggan.

Untuk itulah sudah hampir dua minggu ini, saya dan beberapa rekan kerja lainnya terpilih (terpilih atau dipilih yaa..) untuk mendapat pelatihan ttg ISO TS 16949. Sebuah standar sertifikasi terbaru yang merupakan turunan dari ISO 9001:2000 namun lebih dikhususkan pada industri otomotif. ISO TS (TS itu kepanjangannya adalah technical specification) sesuai dengan namanya, banyak memfokuskan standard-nya pada efektif dan efisiensi setiap proses. Setiap detail proses yang ada dalam perusahaan harus lah memenuhi standard kefektifitasan dan keefesiensian yang layak.

Secara mainframe, ISO TS 16949 ini menggambarkan proses ke dalam tiga kategori besar, yakni proses top manajemen, proses realisasi produk dan proses pendukung.

Proses top manajemen merupakan segala macam proses utama yang dilakukan oleh pihak manajemen tertinggi. Dalam hal ini adalah presiden direktur atau direktur utama perusahaan.

Selanjutnya ada proses realisasi produk. Hal ini mencakup segala proses utama yang membuat sebuah produk itu bias dibuat secara langsung. Mulai dari proses pembelian bahan mentah (material purchase), proses perencanaan dan penjadwalan produksi (production planning), proses produksi, proses pengecekan kualitas (quality / final inspection), sampai terakhir pada pengiriman barang ke pelanggan (delivery to customer) dan penanganan keberatan dari pelanggan (customer complain handling).

Terakhir ada proses pendukung (support process) yang merupakan proses pada perusahaan yang secara tidak langsung ikut menggerakkan roda perusahaan. Misalnya seperti general affairs, information technology dan sejenisnya.

Dari setiap proses-proses yang dikategorikan dalam tiga jenis tadi, kemudian diturunkan menjadi operation procedure dan work instruction, yang nantinya menjadi acuan pada saat bekerja. Dari setiap detail proses-proses tersebut, kemudian dilakukan analisis untuk pengefektifan dan pengeefesiensian setiap proses, sesuai dengan standarisasi ISO TS 16949.

Kira-kira begitu gambaran singkatnya. Dan… yup.. dari peserta pelatihan-pelatihan berlanjut tadi ini, lalu akan dibuat beberapa task-group, demi mensuksesan proses pencapaian untuk meraih sertifikat ISO TS 16949. Caiyo..!! Ganbate..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: