momen

Hari ini adalah hari kedua di tahun ini. Baru saja beberapa puluh jam lalu. Penanggalan masehi menunjukkan pergantian tahun. Tahun bergulir dari tahun 2005 menjadi tahun 2006 masehi.
Secara umum, hari kemaren, ketika penanggalan masehi berganti tahun itu sama saja dengan hari-hari yang lalu. Hari itu tidak banyak berbeda dengan hari-hari biasanya. Hari itu matahari tetaplah terbit dari timur. Hari itu aliran air tetap masih mengalir dari tempat tinggi ke tempat lebih rendah. Hari itu burung-burung masih bisa terbang dan manusia juga masih tetap butuh makan dan minum. Dan pada hari itu pula, ketika tangan kita dicubit, maka spontan kita akan mengaduh dan merasakan sakit. Yup.. hari itu sama saja.
Namun hari itu, banyak kaum manusia menganggap hari itu adalah hari yang istimewa. Pada hari itu ada sebuah momen yang berbeda. Sebuah momen pergantian tahun. Momen pergantian sebuah limit waktu yang disebut dengan “tahun”, tahun masehi lebih tepatnya. Sebuah momen yang hanya akan terjadi setiap 365 atau 366 hari sekali.
Nah, membahas sedikit lebih dalam mengenai momen pergantian tahun, seringkali dan bahkan menjadi sebuah keharusan bahwa untuk melakukan perubahan itu manusia butuh sebuah momen. Seringkali dan bahkan nyaris hampir pasti bahwa agar sesuatu itu dianggap penting dan istimewa, maka diperlukan sebuah momen yang benar-benar tepat dan special.
Banyak orang besar yang terlahir, berproses dan mencapai titik puncak kebesarannya karena mereka bisa melakukan tindakan yang fenomenal, serta diramu dengan momen yang tepat. Mereka bisa memanfaatkan momen yang tepat untuk berbuat sesuatu tindakan yang menimbulkan perubahan besar.
Panglima besar jenderal Sudirman mampu mengambil tindakan keberanian perjuangan pada saat momen yang tepat, yakni momen dibutuhkannya pemimpin gerilya yang kuat. Selanjutnya bapak proklamator kita, bapak Insinyur Soekarno juga melakukan tindakan besar, dengan memproklamasikan kemerdekaan negeri kita pada saat momen yang tepat, yakni ketika bangsa penjajah Jepang telah lumpuh, dan momen tepat pada saat jiwa para pejuang negeri kita benar-benar ingin bebas dan merdeka. Demikian pula dengan orang-orang besar lain. Mereka hadir dan melahirkan tindakan istimewa selalu pada saat momen yang tepat dan istimewa. (sudut bilikku.. Senin 2 jan 2006, Edit Jum’at 3 feb 2006, 21:08)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: