Ramadhan #3


ikan laut hidup di air yang asin,
air laut yang asin akan menyerap air pada semua benda yang tercelup ke dalamnya,
seperti ketika ada ikan laut mati,
maka ikan tersebut akan kering,
dan akhirnya terapung hingga ke bibir pantai

namun,
ketika ikan laut masih hidup,
walau hidup dengan dikelilingi air laut yang asin,
ikan tersebut tetap dapat hidup dengan normal,
tidak mati kekeringan,
air dalam tubuhnya tidak tersedot oleh air asin,
ikan tetap bisa hidup survive

kenapa bisa begitu,
kenapa ikan yang masih hidup tidak mati kekeringan walau tinggal di air laut,
itu karena dalam tubuh ikan ada kehidupan,
ada yang mengatur sirkulasi darah,
terdapat jantung yang memompa oksigen ke seluruh tubuhnya,
ada sekresi dan ekskresi,
dan sekian banyak aktivitas kehidupan lain

Demikian pula hal itu terjadi pada manusia,
ketika kita punya sebuah idealisme dan ternyata kita hidup di lingkungan yang kontra dengan idealisme kita,
maka disitulah idealisme kita akan diuji,
apakah akan diri kita akan ‘kering’, bagai ikan mati yang kekeringan di air laut,
atau kah, seperti ikan laut yang dia masih hidup,
ada kehidupan di dalam diri kita,
ada kehidupan di dalam jiwa kita,
yang senantiasa membuat kita tetap survive,
tetap imun,
namun bukan berarti kita steril, dan menghindari tercelup dari air laut…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: