Workaholic kah Anda?

Pernah dengar istilah “workaholic”? Menurut definisi dari salah satu kamus online terbesar wikipedia, bahwa “a workaholic is a person who is addicted to work”.

untitled.jpg

Orang yang kecanduan/ketagihan untuk bekerja. (Hehe.. Aneh yaa, kerja kok ketagihan.. :) ).
Btw membahas tentang workaholic, bisa jadi feomena yang terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya. Dimana orang berangkat kerja masih gelap (subuh), dan pulang kerja balik ke rumah juga sudah gelap. Bahkan mendekati tengah malam. Nah apa yang terjadi? Apakah ini yang disebut dengan fenomena Workaholic. Atau kah ini hanyalah sebuah efek dari macetnya jalan-jalan di kota besar serta fenomena kaum daerah urban. Apa kaintannya dengan “workaholic” tadi.

Atau jangan-jangan kita ini memang sering berangkat kerja subuh, dan pulang tengah malam. Tapi sebenarnya itu bukan karakter kita yang “workaholic”, tetapi karena beban kerja kita yang over berjibun, dan kepaksa ber-workaholic ria, takut dimarahin boss. Hehe :) )
Nah, berdasarkan artikel dari Wall Street Journal, bahwa ada 5 ciri seseorang itu dikategorikan sebagai seorang Workaholic, yaitu:

1. Preoccupation with work.

Workaholics typically have difficulty leaving the office while home or in social situations and are unable to “turn work off”, says Dr. Robinson, who says he is a recovered workaholic. Working from home after the end of the typical business day is common, as is checking a BlackBerry throughout the night and weekend, he says. When they are home, a preoccupation with thoughts about their jobs may prevent them from being “psychologically present,” says Dr. Robinson. Read the rest of this entry »

pesimis versus optimis

Pesimis adalah sikap dimana manusia banyak didominasi oleh pikiran negatif. Manusia yang pesimis memiliki hidup penuh kebimbangan
dan keraguan, tidak yakin pada kemampuan diri sendiri, kepercayaan
dirinya mudah goyah dan mudah putus asa kalau menemui kesulitan atau
kegagalan, selalu mencari alasan dengan menyalahkan keadaan dan orang
lain sebagai proteksi untuk membenarkan dirinya sendiri, padahal di
dalam dirinya dia tahu bahwa betapa rapuh mentalnya, orang pesimis
lebih percaya bahwa sukses hanyalah karena kebetulan, keberuntungan
atau nasib semata. Read the rest of this entry »

kutu loncat..

Teringat pada artikel di situsnya e-psikologi tentang kutu loncat. Artikel ini membahas tentang ada sekelompok jenis manusia yang tingkah lakunya menyerupai sebuah species bernama kutu loncat :P . Julukan kutu loncat ini ditujukan bagi orang yang suka berpindah-pindah tempat kerja.

Sebenarnya bukan hal yang tabu bagi orang yang suka berpindah-pindah kerja, apalagi di Jakarta yang banyak sekali perusahaan menawarkan berbagai macam posisi dan welfare yang lebih menarik ataupun karena adanya fenomena ketidakcocokan dalam dunia kerja. Read the rest of this entry »

sisi lain dari ISO-14001

Sabtu minggu dua hari kemaren, dapet training tentang ISO 14001, sertifikasi untuk keselamatan kesehatan kerja & lingkungan (K3L). Ringkasan ISO-14001 kira2 kayak gini lah (dapet dgn bahasa melayu yg rada aneh):

ISO 14000 – Jalan kehijauan kepada kejayaan anda

Pemeliharaan lingkungan sekitar telah menjadi faktor yang semakin penting untuk kejayaan hari ini. Pengguna-pengguna adalah sensitif kepada pemprosesan dan pengedaran produk yang mereka beli adalah direkabentuk dengan kesedaran persekitaran. Langkah-langkah pemeliharaan ini mempromosi profil syarikat yang boleh dipercayaai dan bermanfaat daripada pemasaran ini. Read the rest of this entry »

Salah satu jurus pamungkas perusahaan Jepang

Anda pernah dengar istilah SQCDM? Atau mungkin pernah dengar EHS-QCDM? Atau mungkin hanya QCD saja? Yup.. istilah-istilah tadi seringkali ditemui pada perusahaan-perusahaan Jepang, khususnya pada perusahaan manufaktur. Entah itu perusahaan manufaktur bidang otomotif, elektronik ataupun manufaktur bidang lain. Perusahaan-perusahaan Jepang besar semacam honda, Sharp atau bahkan sekelas toyota pun seringkali mengadopsi istilah ini dalam manajemennya.

Istilah SQCDM yang merupakan kependekan dari Safety-Quality-Cost-Delivery-Morality. Atau jika EHS-QCDM itu kependekan dari Environment Health & Safety – Quality Cost Delivery Morality. Dan jika hanya QCD itu kependekan dari Quality Cost Delivery. Istilah-itsilah tersebut merupakan istilah untuk urutan prioritas yang dipergunakan oleh manajemen sampai ke jajaran level paling bawah dalam melakukan aktivitas-aktivitas kerjanya. Read the rest of this entry »