“Mas.. kalo mau beli minyak tanah nanti dimana ya? sekarang susah carinya. Denger2 katanya malah mau dihapuskan. Diekspor katanya, biar lebih untung”, celetuk sang bapak penjual soto depan kantor dengan logat maduranya yg masih kental. Iya pagi ini sedang menikmati soto madura, buat sarapan pagi. Istri sedang sakit, jadi tidak memasak sarapan untuk suaminya tercinta
Di satu sisi, ketika pas browsing di kantor dan search di google dengan key “penjualan mobil 2008″, nampaknya dua hal yang saling bertolakbelakang. Antara yang dialami kaum miskin dengan minyak tanahnya yang makin langka, dengan kaum “berpunya” yang berlomba segera beli mobil terbaru, bahkan mobil mewah.
May 15, 2008 at 2:33 am
Emang dunia semakin maju semakin gila, setelah saya baca artikel tentang “jepang sudah tidak mau jadi pemempin” indonesia sangat berbalik dengan jepang, maka dari itu mohon kepada yang punya uang pikirkan lagi mengenai beli mobilnya, kita udah susah untuk makan tapi kalian malah sibuk untuk beli mobil baru.
May 17, 2008 at 6:46 am
Ya setuju, Negeri ini jadi negeri yang sangat kontras.
Di satu sisi orang antree untuk beli BBM
Di lain pihak Orang antree untuk memesan (indent) mobil mewah, motor gede dan rumah mewah
June 9, 2008 at 11:31 pm
Ya dinasehati saja untuk berpindah ke sumber energi lain seperti batu bara dan lpg. Katanya orang-orang sih lebih murah dibanding minyak tanah.
July 27, 2008 at 3:27 am
Terimakasih informasinya.
Fenomena Indonesia, adalah realitas suatu bangsa yang sedang perlahan-lahan meninggalkan nilai-nilai Islam.
Indikatornya nampak dari meningkatnya fitnah terhadap nilai-nilai Islam. Bukankah ada tokoh yang ber-KTP (Kartu Tanda Penduduk) Islam tetapi “hobinya” menghina Islam dan para pejuang Islam (di Iraq, Afghanistan, dan Palestina).
Akibatnya nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Nasionalisme, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial luntur.
Oleh karena itu solusinya, antara lain kembali pada nilai-nilai Islam, seperti lawan kapitalisme dan bangun ekonomi kerakyatan, serta kurangi peran asing di Indonesia dan mandirikan ekonomi Indonesia.
Untuk share silahkan klik “Sosiologi Dakwah” di http://sosiologidakwah.blogspot.com