“What if I had never tried it…” (Andai aku tak pernah mencobanya…)
Sebuah ungkapan yang (menurut saya) menjadi inti dari buku otobiografi Valentino Rossi, sang maestro balap motor. Buku otobiografi terbitan ufukpress setebal 302 halaman ini mencoba mengupastuntas perjalanan hidupnya di puluhan sirkuit dan ratusan balapan yang dilaluinya.
“Alam memberikan talenta, dan ia melakukan sisanya…”.
Sewaktu kecil, ia hanya ingin menjadi pembalap sepeda tercepat. Impiannya menjadi juara dunia. Tetapi, ia telah meraih lebih dari impian tertingginya. Ia mendominasi berbagai kejuaraan. Ia mematahkan lusinan rekor. Ia mengoreksi batas kecepatan dalam dunia balap motor.
Ia adalah dewa sirkuit motor, raja MotoGP, penguasa balapan motor. Ia tak terkalahkan. Ia memenangkan GP pertamanya pada usia 17 tahun. Pada tahun 2002, saat usianya baru 23 tahun, ia sudah mampu meraih sukses yang belum pernah dicapai siapa pun; memenangkan kejuaraan dunia untuk semua kategori: 125cc, 250cc, 500cc dan MotoGP. Sekarang ia telah menang di level internasional dengan Aprilia, Honda, dan Yamaha.
Valentino Rossi mengawinkan antara talenta, kesukaan (baca: kegilaan) pada dunia balap, usaha gigih dan pantang menyerah, keras kepala dan kepercayaan diri yang diimbangi dengan bukti, serta strategi cerdas nan seolah tak pernah redup..
September 25, 2006 at 6:56 am
Ini jadi kayak Michael Jordan di arena balapan ya. Pola2 tindakan dan kebiasaannya sama.
Yg jelas, mereka semua memulai keluarbiasaan mereka sejak kecil, dg fokus dan persistensi. Dan memang butuh waktu untuk menuai kedahsyatan. Biarpun dia meraihnya dlm usia muda, tapi itu semua bukanlah hasil yg instant.
September 25, 2006 at 6:59 am
“mereka semua memulai keluarbiasaan mereka sejak kecil, dg fokus dan persistensi”..
salut bgt buat ibunda tercinta
nah terus, keluarbiasaannya sampeyan opo mas??
kalo aku … mmm….
dari kecil seneng banget sama yg namanya matematika, hitung2an.. seneng banget sama namanya mobil2an, balapan, adu kecepatan… dan kalo aku ingin sesuatu, tapi gak bisa, maka nangis dan usaha sampe dapet.. tapi kalo udah gak mau, walau dipaksa dan dirayu2 tapi tetep aja gak mau.. Cuman, untuk hal yg satu ini, ibuku selalu punya “cara cerdas” untuk bisa “menaklukkan” aku…
March 25, 2007 at 3:00 am
kalo rossi aja bisa juara dunia di usianya yang masih muda,lha apa yang bisa lho buat untuk diri dan bangsa kamu,ngaca dong….the right man on the rihgt place…..the doctor.
April 7, 2007 at 1:02 pm
valentino rossi heboh bener gue suka ama maestro balap yang satu ini.kencangnya balapannya sama seperti kencangnya ia untuk menelusuri hidup ini gua fans berat pembalap satu ini cayo vallross.
September 7, 2007 at 7:19 am
ooohh..Rossi
Hebat..Hebat..Hebat
Tapi knapa skarang Loyo??
Smangath Rossi…
October 19, 2007 at 5:17 am
Wah…4 jempol aja belum cukup kalo buat ngakuin kehebatannya The Doctor.Walaupun sekarang kayaknya dia lagi kurang tenaga, tapi sampai kapanpun aku tetep dukung dia. Semoga tahun 2008 nanti menjadi bukti kalau Rossi masih punya ‘TARING’…
KEEP FIGHT!
October 24, 2007 at 7:33 am
gau banget gt toh walau sering ga dapat podium vale tetap rajanya motogp,apa jadinya jika motogp tidak ada rossi
October 24, 2007 at 7:36 am
gua banget gt…, toh walau sering ga dapat podium vale tetap rajanya motogp,apa jadinya jika motogp tidak ada rossi…hambar kayak sayur tanpa garam…
December 26, 2007 at 6:27 am
motoGP without Rossi is ………..
ngebosenin……
maju terus The Doctor…………..
August 7, 2008 at 5:54 am
“What if I had never tried it…”
untung ever tried, jadi bisa nonton gp dengan antusias
May 31, 2009 at 3:41 pm
Mantab dah nieh org.. go rossi go..